Selasa, April 16, 2024

PDI Perjuangan Gelar Ngobrol Santai Bareng Anak Muda di Bandung

Date:

BMI – Tahun politik di 2024 memang membuat banyak aktivitas di partai-partai. Satu tahun sekarang ini jadi kegiatan yang intens bagi partai untuk terus menyosialisasikan program partai.

Di 2024 disinyalir akan banyak pemilih pemula yang akan jadi peserta Pemilu 2024 dan kondisi ini bisa jadi menguntungkan bagi partai yang terus melakukan sosialisasi program kepada para generasi X, Alfa, atau milenial.

Jumlah peserta pemilih pemula tersebut tentu cukup banyak juga untuk membantu penambahan peraihan suara karenanya tak heran jika partai bersemangat meraih hati para peserta pemilu.

PDI Perjuangan adalah partai penguasa saat ini. Walau termasuk partai yang “berkuasa”, PDI Perjuangan tidak ingin tertinggal dalam menyosialisasikan program-programnya ke para pemilih pemula.

Dan sosialisasi, diskusi atau sharing cara yang tepat untuk membangun komunikasi dua arah.

Ngobras atau Ngobrol Sareng Sekjen DPP PDI Perjuangan merupakan acara diskusi dan sharing yang digelar di jalan Arcamanik Bandung. Pertemuan santai dengan anak- anak muda kebanyakan ini diinisiasi oleh Ketua DPD PDIP Kota Bandung, Achmad Nugraha.

Hadir pada acara Ngobras tersebut, sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kritiyanto sebagai narasumber dan juga Ketua PDIP Jawa Barat, Ono Surono, Tatan yang dimeriahkan dengan kehadiran Budayawan Kondang Bandung, Budi Dalton sebagai moderatornya yang mewakili juga kaum milenial.

Turut memeriahkan acara para peserta dari Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Bandung, Repdem, Baitul Muslimin Indonesia, Karang Taruna Bandung, kelompok anak muda XTC, dll.

“Bung Karno itu sudah sejak 16 tahun sudah mulai berjuang, sudah mulai menulis hingga melalui penggemblengan diri di Bandung, ia menemukan suatu perenungan pemikiran yang sangat dalam tentang Indonesia merdeka dimulai dari sini,” tutur Hasto Kritiyanto, Jumat (27/1/2023).

    “Mengapa Soekarno tidak mendapat perenungan ketika berada di Surabaya tetapi di Bandung?” ungkap Hasto.

    Hasto meyakini hal ini tak lepas dari alam Sunda, alam Jawa Barat yang memang dikarunia oleh Tuhan yang Maha Kuasa suatu alam yang begitu indah. Ia pun memberikan contoh bagaimana pada saat mengonsumi hidangan di Bandung, hidangannya begitu berlimpah dengan sayur mayur.

    Hasto menuturkan bahwa dengan kelebihan alam di Bandung, alamnya ini mendorong Bung Karno berkontemplasi dengan jernih.

    Apalagi ketika Bung Karno muda bertemu dengan salah seorang petani yang bernama Marhaen, darinya Bung Karno sang intelektual muda mendapat pemahaman bagaimana sosok Marhaen tersebut mewakili para petani di Indonesia. Mengapa Marhaen yang bekerja sebagai petani itu miskin sementara ia memiliki lahan?

    Hasto menambahkan, kalau nanti Indonesia bisa merdeka oleh kaum muda seluruh Nusantara maka Indonesia itu harus membangun jati diri pemerintah negaranya dengan prinsip-prinsip demokrasi yang khas Indonesia yang menempatkan orang tua sebagai sumber kebijakan permusyawaratan dalam perwakilan.

    Ia pun menuturkan bahwa di bumi parahyangan ini bung Karno melakukan kontemplasi dan kemudian dia banyak berdiskusi.

    Harto menggambarkan bahwa sebetulnya, di kantor DPC Bandung ini, harusnya setiap hari bisa melakukan diskusi-diskusi anak muda disertai dengan suguhan kopi, pisang goreng, kacang, dll yang diadakan secara gotong royong.

    Ia juga menjelaskan dampak diskusi tersebut nantinya di Bandung yang bagi Sukarno sebagai kota kontemplasi ideologis melahirkan semangat juang yang hanya bisa dicapai oleh para anak mudanya.

    “Kita ni perlu ketemu sama teman-teman muda agar mereka bisa menggali spirit dari Bung Karno,”ujar Hasto.

    “Di Jalan Dewi Sartika pada usia 26 tahun, 4 Juli 1927, Bung Karno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang menjadi cikal bakal PDIP,” imbuhnya.

    Hasto menerangkan bahwa jika mau melakukan perbandingan lihatlah di usia sekarang apakah sudah mampu melakukan prestasi seperti yang dicontohkan oleh Bung Karno. Apakah ada kata terlambat untuk sebuah perjuangan?

    Hasto mengungkapkan bahwa kata Bung Karno dalam berjuang itu tak pernah ada kata terlambat.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Share post:

    Popular

    Artikel Serupa
    Update

    Ganjar: Saya simpel dan serius, hak angket adalah cara terbaik

    BMI - Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo...

    Sebut Data Sirekap Tidak Akurat, BMI Kalteng Minta Masyarakat Tunggu Pengumuman Resmi dari KPU

    BMI - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Banteng Muda Indonesia...

    Ganjar Pranowo Naik Mobil Terlaris ke IIMS 2024

    BMI - Capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo berkunjung...

    Adian Napitupulu: Hak Angket Solusi Ungkap Kecurangan Pemilu 2024

    BMI - Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari PDI Perjuangan...